PENDIDIKAN ALA JEPANG: DISIPLIN DAN KERJA KERAS KERAS


Tepat jam 5.00 WIB, setelah sholat subuh berjamaah para peserta diklat sudah berbaris rapi di lapangan. Para ketua kolompok mengecek anggotanya. Satu.., dua…, tiga,…empat…, dua tidak hadir karena sakit!! Ujar para anggotanya berhitung.  Ketika semuanya dah rapi maka apel pun dimulai. Tidak ada pengatur acara. Tapi semua berjalan dengan lancar hidmat. tertib Tidak ada yang ngobrol, atau ketawa-ketiwi. Menoleh ke kanan kiri pun ga ada.  Upacara pun selesai dengan ditutup doa.

Namun kegiatan tidak lantas nyantai. Mereka kembali berbaris untuk melakukan senam alam jepang. Dengan diiringi alunan musik senam para peserta pun melakukan gerakan senam. Tampak mereka melakukannya dengan semangat. Sekali lagi tidak ada main atau senda gurau. Mereka terlihat bersemangat dan gembira melakukkannya.

Usai senam pagi, kegiatan dilanjutkan dengan  kerja bakti, kemudian makan. Khusus untuk makan, betul-betul tertib. Waktu makan dijatah paling 5 menit. Setelah itu tidak  boleh ada yang makan lagi.

Para siswa kemudian kembali ke penginapan untuk persiapan kegiatan di lapang. Tepat jam 7 pagi mereka harus berkumpul untuk melakukan apel kegiatan. Setelah itu baru mereka bekerja sesuai dengan tanggungjawabnya.

Begitulah sekilas kegiatan para siswa yang Prakerin di OISCHA Sukabumi. Mereka yang terdiri dari pelosok Indonesia betul-betul dididik dengan kerja keras dan disiplin tinggin ala Jepang. Disampin tentu ilmu pertaniannya yang juga luar biasa.

Bagaiman tanggapan anak-anak SMKN 1 Maja?

”Awalnya ga betah pak, tapi alhamdulillah sekarang betah. Sudah kayak di rumah sendiri.” ujar zenzen, siswa kelas XI TP3. Hal sama persis juga disampaikan siswa lain. Bahkan ketika salah satu siswa diajak pulang, kalau ga betah, tidak ada yang mau.

Bapak Kepala Sekolah, H Tanto Qustntowi, dalam pengarahannya, Senin (6/2) meminta para siswa SMKN Maja untuk bekerja dengan tekun, disiplin. ”Tunjukkan kepada sekolah lain bahwa kalian bisa melakukan yang terbaik,” ujarnya di depan para siswa yang berjumlah  21 orang itu.

Para pembimbing yang terdiri dari  Bapak Udin Wahyudin, Bapak Pendi Supendi, dan Bapak Hendi Solehudin kemudian memberikan pengarahan dan bimbingan kepada para siswa.

Begitulah suasana Prakerin di OISCHA Sukabumi. Telah satu bulan mereka bekerja dan menimba ilmu di sana. Selain di OISCHA, Para siswa jurusan pertanian juga sekarang melakukan prakerin di Balai Palawija Plumbon Cirebon, BBTP Subang, BBPP Lembang,

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s