Benarkah Kita Cinta Rasulullah saw.?


Bro, ngomong-ngomong soal idola, gue jadi kepikiran nih sama idola sepanjang masa, dan kaum muslimin pastinya harus menjadikan beliau sebagai teladan. Meski udah wafat, tapi kharismanya masih bersinar. Tak pupus oleh waktu. Siapakah dia?

Ya, betul! Dia adalah Muhammad Rasulullah saw. Elo pinter deh. Bener. Rasulullah saw. udah diset oleh Allah Swt. agar menjadi teladan bagi seluruh umat manusia. Allah Swt. menjelaskan dalam firmanNya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS al-Ahzab [33]: 21)

Gimana tuh biar gue dan elo semua bisa meneladani Rasulullah? Pertama nih, yang gue tahu dari pak ustad gue, makna ittiba’ adalah mengikuti syariat yang telah ditetapkan oleh Rasulullah saw. Firman Allah Swt.:“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah” (QS al-Hasyr [59]: 7)

So, kalo emang elo cinta, kagum, dan pengen menjadikan beliau teladan dalam hidup elo, maka elo (termasuk gue) kudu ngikutin semua yang dibawa oleh Rasulullah saw. buat kita semua.

Kedua, syariat Islam diturunkan oleh Allah kepada seluruh manusia dengan melihat bagi kemanusiaannya. Dalam hal ini, syariat tidak mengenal perbedaan suku, bangsa, bahasa, waktu, dan tempat. Artinya, hukum Islam berlaku bagi seluruh manusia kapan pun dan di mana pun. Dan tentu aja bakal cocok untuk semuanya.

Jadi nih, kalo emang mencintai Rasulullah dan meneladaninya, sebenarnya bukan cuma kita doang. Umat lain juga selain harus ngakuin Muhammad saw. sebagai Rasulullah, juga kudu meneladani beliau dalam syariatnya.

Terus yang ketiga neh, bahwa ittiba’ alias mengikuti en meneladani Rasulullah saw. emang sesuai fitrah manusia. Kita perlu memahami bagaimana mengikuti Rasul dalam melakukan aktivitas kesehariannya; seperti memperlakukan pekerjanya, istri-istrinya, para sahabatnya, termasuk memimpin negara dalam berbagai urusan; politik, ekonomi, sosial, budaya, pengadilan, hukum, dan pemerintahan. Dan, kita pun insya Allah bisa menjadikan beliau sebagai teladan dalam aktivitas keseharian kita. Siap kan? Insya Allah bisa deh. Oke?

Tuh, jika kita benar-benar mencintai Allah, berarti gue dan elo kudu mengikuti apa yang disampaikan oleh Rasulullah saw. Artinya juga, kalo gue dan elo emang mencintai Rasulullah saw. seharusnya udah pasti juga kudu menjadikan beliau sebagai teladan dalam kehidupan kita. So, udah bener belum ya gue dan elo semua mencintai Rasulullah saw.? Tanya kenapa? [soh. SK]

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s