Mengulik Mitos Cantik


Image

wek mana yang nggak pengin tampil cantik? Hampir semua kaum hawa kayaknya sepakat kalo tampil cantik itu penting. Karena wanita dan kecantikan, dua sisi yang sulit terpisahkan. Ya iya dong, mana ada wanita ganteng! :D

Makanya udah jadi budaya kalo sedari kecil, anak cewek digiring untuk tampil cantik. Biar kalo udah gedean, tanpa diarahkan lagi mereka bakal nyebur sendiri dalam dunia kecantikan. Sayangnya, seringkali pendidikan tampil cantik buat anak cewek nggak diimbangi dengan fakta sebenarnya tentang kecantikan itu sendiri. Walhasil, banyak remaji yang mati-matian tampil cantik tanpa filter alias semau gue. Perkara bener atau kagak cara yang dipake, itu urusan belakangan. Yang penting banyak dilirik cowok idaman yang matanya jelalatan kaya tikus dalam kulkas yang penuh makanan. :D

Terusik Mitos Cantik

Penampilan fisik yang sempurna adalah konsep kecantikan yang dituhankan oleh ribuan majalah kecantikan, tren fashion dan foto model. Remaji dibombardir gambaran wanita cantik secara fisik yang mengisi setiap lembar majalah remaja dan tayangan layar kaca. Mitos cantik terus digeber mulai dari tips kecantikan hingga gaya hidup glamour yang melengkapi kehidupan para wanita cantik. Model iklan dan selebriti dengan penampilan menawan dijadikan panutan. Akibatnya, remaji dengan mudah tergoda oleh produk kosmetik dan kesehatan yang bisa bikin rambut mereka bebas parkir, eh bebas ketombe, hilang bau badan, atau wajah tambah kinclong kaya lantai keramik yang baru dipel. Meski harganya selangit, tetep dikejar biar tingkat kecantikannya melejit.

Perlahan, remaji termakan mitos cantik sehingga berlomba-lomba tampil cantik dengan menghalalkan segala cara. Aurat diumbar kemana-mana harga diri digadaikan demi penampilan menawan. Udah nggak pake pertimbangan norma atau aturan agama, semuanya dijabanin biar bisa selalu tebar pesona. Majalah, buku, acara teve yang membedah kecantikan sudah jadi tuntunan. Sehingga untuk mengukur benar-salah, baik-buruk tentang penampilan, kiblatnya adalah kontes kecantikan atau trend fashion tahunan.

Walhasil, mitos cantik telah menjelma menjadi industri yang mengeksploitasi pesona kaum hawa. Tubuh perempuan jadi ruang pamer komoditas-komoditas industri kecantikan. Dari ujung rambut sampe ujung kaki, semua ada merknya. Cewek paling gak rela kalo yang lain keliatan sempurna. ‘Kalo mereka bisa, kenapa gue nggak…’, gitu pikirnya. Endingnya, diburu dan diborong deh tuh beragam produk kecantikan. Serbuuu…!!!

Industri kosmetik di Inggris mampu meraup penghasilan hingga 8,9 miliar poundsterling pertahun. Sedangkan industri kosmetik Amerika Serikat mengalami pertumbuhan rata-rata 10% setiap tahun. Sebuah artikel di majalah Time pada tahun 1988 menunjukkan bahwa industri makanan diet di AS berhasil mencetak angka penjualan sampai sebesar 74 miliar dollar per tahun. Sementara di dalam negeri, Penjualan produk kosmetik nasional diprediksi mencapai Rp. 11,2 triliun pada tahun depan atau tumbuh 10% – 15% dibandingkan dengan omzet tahun ini yang diproyeksikan sebesar Rp. 9,76 triliun. (Bisnis.com, 16/10/12)

Selain mendongrak budaya konsumtif, mitos cantik juga bikin para wanita merasa tertekan untuk menjadi sempurna dalam setiap penampilannya. Terutama dalam urusan berat badan, wanita sering mengalami depresi. Ada kehawatiran berlebihan kalo berat badannya nggak proporsional. Harusnya tumbuh ke atas, ini malah melebar ke samping. Boro-boro tampil sensual, yang ada dandanan seksinya malah bikin mual. Mereka pun gencar mengatur pola makan dengan berdiet ria. Survei yang dilakukan oleh Girl Guides mengungkapkan hal tersebut. Dan, 75 % dari responden wanita mengatakan, mereka harus menjalani diet ketat untuk terlihat baik bagi orang lain, bukan karena alasan kesehatan. (http://jerova.blogspot.com, 15/09/2010)

Korban mitos cantik juga pernah terungkap dalam sebuah survey yang diadakan pada tahun 1984 oleh Fakultas Kedokteran Universitas Cincinnati terhadap 33.000 orang perempuan menunjukkan bahwa 75% dari kelompok usia 18 – 35 tahun menganggap diri mereka terlalu gemuk, padahal hanya 25% di antara mereka yang secara medis dipandang kelebihan berat badan. Sementara itu, 45% perempuan yang berat badannya kurang beranggapan bahwa mereka terlalu gemuk.

Gencarnya masalah kecantikan yang menyerang kaum hawa, telah membuat para ilmuwan dan dokter merumuskan suatu istilah “Body Dysmorphic Disorder.” Istilah ini menggambarkan suatu kondisi dimana seseorang memberikan perhatian yang berlebihan atau tidak wajar terhadap suatu kekurangan dalam penampilan fisik seseorang. Muncullah penyakit anoreksia dan bulimia, diet ketat yang sering berujung maut. (Info lengkap baca rubrik support bukamata).

Mitos cantik yang berupa tekanan untuk  tampil sempurna bagi para wanita lebih banyak akiba tergoda oleh penampilan foto model dalam iklan kecantikan yang merajalela. Padahal kenyataannya, kecantikan para model dalam media adalah sebuah rekayasa. Bob Ciano, seorang mantan art director pada majalah Life, pernah mengatakan, “Tidak pernah ada foto seorang perempuan yang tidak dimanipulasi. Dalma Heyn, yang pernah menjadi editor dua majalah perempuan, mengatakan bahwa proses airbrushing dari wajah perempuan merupakan suatu hal yang rutin dilakukan. Jadi kalo selebriti tampil cantik, wajah bebas dempul, rambut hitam, di layar televisi, aslinya belon tentu. Lebih banyak hasil rekayasa kosmetik dan komputer.

So, hati-hati ya buat para remaji terjerumus mitos kecantikan. Sikapi sewajarnya, jangan ampe kebablasan. Bukannya tampil menawan, entar malah menuai masalah dan kekacauan. Naomi Wolf, dalam bukunya The Beauty Myth menggambarkan, mitos kecantikan itu seperti Iron Maiden, yaitu alat penyiksaan yang terdapat di Jerman pada abad pertengahan. Alat tersebut berupa peti seukuran tubuh manusia yang bergambar anggota tubuh dan wajah seorang perempuan cantik yang tengah tersenyum. Korban penyiksaan pelan-pelan di masukkan ke dalam peti itu, kemudian peti tersebut ditutup agar ia tidak dapat bergerak. Demikian seterusnya sampai dia tewas karena kelaparan, atau terkena paku logam yang ditanam di dalam peti tersebut. Iiih ngeri..!!

Cantik Boleh, Jahiliyah Jangan!

Bagi kaum hawa, boleh aja mau tampil cantik bin menawan. Terlepas dari wajahnya emang eye catching atau pas-pasan. Cuman satu yang harus dijadikan pemahaman. Hidup bukan untuk mengejar pujian kecantikan. Hati-hati dengan kampanye feminis yang menjadikan kecantikan sebagai ukuran kemuliaan perempuan. Germaine Greer, seorang feminis dan penulis Barat, mengatakan dalam bukunya, “The Whole Woman”, “Setiap perempuan tahu bahwa sekalipun mereka memperoleh berbagai prestasi, tetapi bila tidak cantik berarti mereka telah melakukan suatu kekeliruan.”

Kalo kemuliaan perempuan diukur oleh kecantikan dalam penilaian manusia, kasian yang punya wajah pas-pasan. Karena manusia berprinsip, cantik itu relatif tapi jelek itu mutlak. Untungnya Allah swt Maha Adil. Rasul mengingatkan dalam sabdanya, “Sesungguhnya Allah tidak melihat fisikmu, tidak pula melihat rupamu, akan tetapi Allah melihat hatimu.” (Riwayat Muslim)

Derajat kemuliaan seseorang bukan diukur dari cantik atau tidaknya, tapi ketakwaan, perhatikan Firman-Nya: ”… Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat 13)

Bagi yang merasa dirinya kurang cantik secara fisik, nggak perlu minder. Santai aja dan  tetap harus disyukuri. Karena Allah Swt, sudah menciptakan kita, sebaik-baik penciptaan: “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya..” (QS. At-Tiin 4)

Meski boleh tampil cantik, bukan berarti harus melabrak syariah. Tetep harus tune in dengan aturan Islam. Untuk itu, hindari budaya gajah alias gadis jahiliyah berikut biar cantiknya luar dalem. Yuk ah!

Pertama: Rasulullah bersabda: “Allah Swt. melaknat wanita yang suka mentato tubuhnya dengan cara menusukkan jarum yang disertai nila atau celak ke dalam tubuhnya (al-Wasyimah), wanita yang meminta orang lain agar mentato dirinya (al-Mutausyimah), wanita yang mencabut bulu-bulu di sekitar wajahnya, termasuk yang memperpendek dan menghilangkan bulu alisnya (al-Mutanamishah), wanita yang mengikir celah-celah giginya supaya menjadi renggang (al-Mutafallijat), yang mengubah ciptaan Allah” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedua: “Rasulullah Saw. melaknat perempuan yang menyambung rambutnya dengan rambut wanita lain, atau dengan benda lain (al-Washilah), wanita yang menyuruh orang lain untuk menyambungkan rambutnya (al-Mutawashilah).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ketiga: Sabda Rasulullah: “Ada dua golongan penduduk neraka yang tidak pernah aku saksikan semasa hidupku. Pertama, kaum yang memiliki cemeti seperti ekor lembu, di mana mereka menggunakannya untuk memukul manusia. Kedua, wanita yang berpakaian tapi telanjang. Mereka melenggak-lenggokkan tubuhnya dan rambutnya bagai punuk unta yang miring. Mereka tidak masuk surga, tidak pula mencium baunya, meskipun bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian (dan) sekian.” (HR. Muslim).

Keempat: Rasul saw bersabda: ‘Wanita yang memakai parfum (yang merangsang) dan lewat di satu majelis (kelompok pria), maka sesungguhnya dia ‘begini (yakni berzina)’ (HR At-Tirmidzi).

Yup, hindari keempat perilaku jahiliyah di atas terus jaga auratmu jangan sampai diumbar. Pakai kerudung dan jilbab jika keluar rumah. Insya Allah bukan cuman inner beauty yang didapat, tapi juga kemuliaan di akhirat. Yess..![LBR]

– See more at: http://drise-online.com/mengulik-mitos-cantik.htm#sthash.g7iLdHze.dpuf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s